Lewati ke konten utama
Menu Agritani

Pengendalian Wereng Batang Coklat Padi: Cegah Puso Akibat Hopperburn

Strategi memutus siklus hama wereng batang coklat Nilaparvata lugens pada padi dengan pengeringan sawah dan agens hayati Beauveria.

Profesor Pertanian · Moderator Jurnal Tani
Terbit 4 menit bacapadi

Jawaban Singkat

Wereng batang coklat merusak padi dengan mengisap cairan pelepah hingga memicu kondisi puso atau hopperburn. Pengendalian terpadu dilakukan dengan mengeringkan air sawah berkala untuk menekan kelembapan mikro, memanfaatkan musuh alami, mengaplikasikan jamur entomopatogen Beauveria bassiana, serta mengarahkan nosel semprot langsung ke pangkal rumpun tanaman padi.

Di antara sekian banyak hama tanaman pangan di Indonesia, tidak ada yang mampu melenyapkan hamparan padi ratusan hektar dalam tempo beberapa hari selain Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens).

Serangga kecil pengisap cairan batang ini memiliki daya hancur luar biasa. Ketika populasinya meledak tak terkendali, rumpun-rumpun padi di sawah akan mengering kecoklatan laksana terbakar api—gejala mematikan yang dikenal luas sebagai Hopperburn (Puso). Selain mengeringkan batang, wereng coklat juga merupakan vektor pembawa virus kerdil rumput dan kerdil hampa yang membuat padi mandul total.

[!NOTE] Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)

  • Wereng coklat bersarang di bagian pangkal batang padi yang lembap, tepat di atas permukaan air sawah.
  • Menyemprot insektisida kimia secara membabi buta justru mematikan serangga predator alami (laba-laba dan kepik mirid), memicu ledakan wereng generasi baru.
  • Kunci kendali bertumpu pada pengeringan air sawah secara total, jarak tanam jajar legowo, dan penyemprotan jamur entomopatogen Beauveria bassiana.

Mengapa Penyemprotan Kimia Sering Memicu Ledakan Wereng?

Fenomena aneh yang sering dialami petani: sawah yang disemprot insektisida kimia keras justru mengalami serangan wereng yang semakin ganas seminggu kemudian. Mengapa bisa terjadi?

  1. Resurgensi Hama: Racun kimia sintetis membunuh 100% musuh alami wereng—seperti laba-laba bermata serigala (Lycosa pseudoannulata) dan kepik predator (Cyrtorhinus lividipennis). Tanpa adanya predator alami pemangsa telur, sisa telur wereng yang menetas akan berkembang biak bebas tanpa ada yang memangsa.
  2. Posisi Sarang di Pangkal Batang: Wereng dewasa dan nimfa berkumpul di pangkal batang paling bawah yang terlindung oleh rimbunnya pelepah daun. Semprotan petani yang hanya mengenai daun atas tidak menyentuh koloni wereng di dasar air.

3 Langkah Jitu Menghentikan Serangan Wereng

1. Keringkan Sawah Sampai Tanah Merekah

Ini adalah jurus pertama paling penting: buka saluran pembuangan air sawah seketika! Wereng batang coklat sangat membenci lingkungan mikro yang kering dan berangin kencang. Mengeringkan sawah selama 4–6 hari hingga tanah dasar merekah rambut akan merusak habitat bertelur wereng dan memaksa nimfa wereng merayap naik ke tempat terbuka di mana mereka mudah dimangsa predator.

2. Semprotkan Jamur Entomopatogen (Beauveria bassiana)

Aplikasikan jamur pembunuh serangga Beauveria bassiana atau Metarhizium anisopliae:

  • Spora jamur Beauveria akan menempel pada kutikula tubuh wereng, berkecambah, dan menembus ke dalam cairan darah serangga.
  • Dalam tempo 3 sampai 4 hari, tubuh wereng akan mati mengeras dan ditumbuhi lapisan serbuk putih seperti kapur. Wereng yang mati berkapur ini akan menjadi sumber penular spora bagi wereng lainnya di rumpun tersebut.

3. Arahkan Nosel Semprot ke Pangkal Batang Padi

Jika terpaksa menggunakan insektisida pengendali populasi, gunakan insektisida selektif penghambat ganti kulit (Insect Growth Regulator / IGR seperti bahan aktif buprofezin):

  • Belah barisan rumpun padi menggunakan tongkat bambu sambil berjalan mundur (metode singkap rumpun).
  • Arahkan ujung nosel stik semprot tepat ke pangkal batang dekat permukaan tanah agar butiran larutan membasahi koloni wereng secara langsung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa perbedaan wereng bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brakhiptera)?
Wereng bersayap pendek (brakhiptera) adalah mesin bertelur yang menetap di satu rumpun dengan daya reproduksi luar biasa tinggi. Sedangkan wereng bersayap panjang (makroptera) muncul saat populasi padat dan bertugas terbang berpindah mencari sawah baru yang masih hijau segar.

2. Kapan fase umur padi yang paling rawan hancur akibat serangan wereng?
Fase paling rawan adalah saat padi memasuki fase bunting hingga pengisian bulir (umur 45–70 HST). Pada fase ini pelepah padi sangat rimbun dan kadar air batang sangat tinggi, menyediakan makanan berlimpah bagi jutaan nimfa wereng.

3. Mengapa lampu perangkap (light trap) sangat dianjurkan dipasang di pematang sawah?
Wereng coklat dewasa bersayap panjang sangat tertarik pada cahaya lampu di malam hari. Memasang lampu bohlam 100 watt di atas bak air berisi sedikit minyak tanah di pematang sawah mampu menjerat ribuan ekor wereng migran sebelum mereka sempat mendarat dan bertelur di pertanaman padi.

Kapan Harus Berkonsultasi?

Bila gejala terus meluas atau respon tanaman tidak membaik setelah tindakan pertama, segera tanyakan langsung ke tim agronomi untuk konfirmasi diagnosis lapangan.

Pengendalian Wereng Batang Coklat Padi: Cegah Puso Akibat Hopperburn

Tanya Tim Agronomi via WhatsApp

Daftar Pustaka (4)

[Tampilkan]
  1. Heong KL, Wong L, Delos Reyes JH (2014). Addressing Planthopper Threats to Asian Rice Farming and Food Security: Fixing Insecticide Misuse. Rice Planthoppers (Springer chapter).
  2. Wu J, Ge L, Liu F, Song Q (2020). Pesticide-Induced Planthopper Population Resurgence in Rice Cropping Systems. Annual Review of Entomology.
  3. Hendra Y, Trizelia T, Syahrawati M (2023). Colonization of the entomopathogenic fungus Beauveria bassiana on rice and its impact on nymph mortality and fecundity of brown planthopper. Jurnal Entomologi Indonesia.
  4. Triwidodo H, Istiaji B, Efriani N, Retnowati L (2023). Rapid assessments of the rice brown planthopper outbreak in Semarang District, Central Java. Jurnal Entomologi Indonesia.

Tentang Penulis

Prof. Arif Prabowo

Profesor Pertanian · Moderator Jurnal Tani

Lihat profil & daftar artikel lengkap

Pengungkapan: Artikel ini ditulis oleh Prof. Arif Prabowo sebagai moderator Jurnal Tani, portal edukasi PT Agritani Internasional, distributor produk nutrisi dan aktivator tanaman.