Di hamparan sawah irigasi maupun tadah hujan, penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) yang akrab disebut petani sebagai Penyakit Kresek adalah salah satu perusak hasil panen paling ditakuti.
Disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae, penyakit ini dapat melalap habis hamparan daun bendera padi dalam tempo satu minggu saat musim hujan. Jika daun bendera yang bertugas mengisi bulir padi mengering hangus, bulir gabah akan hampa separuh (gabah kopong) dan bobot panen gabah kering panen (GKP) bisa merosot hingga 30–50%.
[!NOTE] Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)
- Penyakit kresek disebabkan oleh bakteri Xanthomonas yang masuk melalui pori hidatoda tepi daun dan luka gesekan angin.
- Kelebihan pupuk Urea di musim hujan dan air sawah yang tergenang dalam mempercepat penularan bakteri ke seluruh rumpun.
- Kunci kendali ada pada pengeringan sawah secara berkala (irigasi macak-macak), penambahan unsur Kalium dan Silika, serta aplikasi bakterisida hayati.
Mengenal Gejala Penyakit Kresek di Sawah
Penyakit kresek menunjukkan gejala visual yang sangat khas di lapangan:
- Garis Basah Bergelombang di Tepi Daun: Dimulai dari ujung atau tepi helaian daun berupa bercak kebasahan berwarna hijau keabu-abuan. Bercak ini merambat memanjang bergelombang ke arah pangkal daun.
- Daun Mengering Berwarna Kuning Jerami: Dalam beberapa hari, bagian daun yang terinfeksi mengering pucat menyerupai warna jerami padi kering. Jika daun disentuh dan diremas, helai daun terasa renyah berbunyi “kresek-kresek”—dari sinilah nama penyakit ini berasal.
- Muncul Butiran Embun Bakteri Kuning: Pada pagi hari saat udara lembap, di tepi luka daun sering muncul butiran cairan embun kuning pekat yang jika mengering menjadi butiran bulat kecil. Butiran ini adalah koloni jutaan sel bakteri aktif yang siap menular melalui cipratan air hujan.
4 Langkah Praktis Menghentikan Ledakan Kresek
1. Keringkan Sawah (Terapkan Irigasi Macak-Macak)
Bakteri Xanthomonas sangat menyukai genangan air sawah yang tinggi. Genangan air menjadi jembatan renang bagi bakteri untuk berpindah dari satu rumpun ke rumpun di sebelahnya. Segera buka pintu pembuangan air dan keringkan sawah selama 3–5 hari hingga tanah merekah rambut. Kondisi sawah yang kering berangin akan mematikan spora bakteri di permukaan tanah.
2. Hentikan Tambahan Pupuk Urea / Nitrogen
Saat gejala kresek mulai terlihat, jangan sekali-kali menambahkan pupuk Urea! Pupuk Nitrogen membuat dinding sel daun padi menjadi tipis, berair, dan membuka pori-pori stomata lebih lebar, yang justru menjadi santapan empuk bagi bakteri. Sebaliknya, naikkan asupan pupuk Kalium (seperti KCL atau Kalium Sulfat) dan pupuk Silika untuk mengeraskan tulang daun.
3. Jaga Jarak Tanam dengan Sistem Jajar Legowo
Tanam padi dengan sistem jajar legowo (misalnya 2:1 atau 4:1). Ruang kosong di antara barisan legowo memastikan sinar matahari pagi leluasa menyinari pangkal rumpun padi dan menurunkan kelembapan kanopi tanaman.
4. Semprotkan Agens Antagonis Bakteri (Pseudomonas fluorescens)
Aplikasikan agens hayati Pseudomonas fluorescens atau bakterisida berbahan aktif tembaga oksida pada pagi hari. Bakteri Pseudomonas memproduksi antibiotik alami yang melumpuhkan dinding sel bakteri Xanthomonas tanpa merusak jaringan daun padi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Mengapa memotong ujung bibit padi saat pindah tanam bisa memicu kresek?
Kebiasaan memotong pucuk daun bibit semai sebelum ditancap ke lumpur meninggalkan luka terbuka. Melalui luka potong inilah bakteri Xanthomonas menyusup masuk langsung ke pipa pembuluh vaskular bibit padi muda.
2. Apakah penyakit kresek menular melalui benih gabah?
Ya, bakteri kresek dapat menempel pada kulit gabah benih. Sebelum disemai, rendam benih padi di dalam larutan air garam atau agens hayati selama 12–24 jam untuk mensterilkan bibit dari patogen bawaan benih.
3. Kapan fase paling rawan bagi tanaman padi terserang kresek?
Ada dua fase rawan: fase anakan aktif (umur 20–35 HST) dan fase bunting menjelang keluar malai (umur 50–65 HST). Lindungi daun bendera pada fase bunting karena daun inilah yang menentukan pengisian beras.
Kapan Harus Berkonsultasi?
Bila gejala terus meluas atau respon tanaman tidak membaik setelah tindakan pertama, segera tanyakan langsung ke tim agronomi untuk konfirmasi diagnosis lapangan.
Mengatasi Penyakit Kresek Padi (Hawar Daun Bakteri): Gejala dan Pengendaliannya
Tanya Tim Agronomi via WhatsAppDaftar Pustaka (3)
[Tampilkan]
- Nino-Liu DO, Ronald PC, Bogdanove AJ (2006). Xanthomonas oryzae pathovars: model pathogens of a model crop. Molecular Plant Pathology.
- Reddy APK (1981). Epidemiology of the Kresek Phase of Bacterial Blight of Rice. Plant Disease.
- Reddy APK (1979). Relationship Between Nitrogen Fertilization, Bacterial Leaf Blight Severity, and Yield of Rice. Phytopathology.
Tentang Penulis
Pengungkapan: Artikel ini ditulis oleh Prof. Arif Prabowo sebagai moderator Jurnal Tani, portal edukasi PT Agritani Internasional, distributor produk nutrisi dan aktivator tanaman.